Mengelola Bisnis Showroom Motor – Mobil

Dealer Motor, Dealer Mobil, Persediaan Unit , Penjualan Langsung, Penjualan Leasing, Bea Balik Nama, ADIRA , FIF, OTO Finance, Laporan Keuangan, Laporan Rugi Laba, Persediaan Spare Part

Apa yang harus diperhatikan untuk memulai usaha showroom secara patungan (joint venture)

Leave a comment

200313863-001Semangat pagi,

Mungkin Anda atau seseorang yang Anda kenal pernah melakukan hal ini,

jika Anda sudah mengalami atau sedang menjalaninya , bisa jadi postingan ini bisa bermanfaat bagi Anda. Tapi jika Anda belum mengalami dan masih akan mengalami, maka postingan ini mudah-mudahan lebih bermanfaat lagi bagi Anda..🙂

Well..

postingan berikut sekali lagi ditujukan untuk para calon juragan, yang akan memulai sebuah bisnis (usaha).

Ada kalanya pada saat kita mau memulai sebuah usaha, kita merasa takut gagal (baca : rugi) atau merasa kurang modal. Untuk itu kita perlu menggandeng orang lain untuk menyatukan modal, supaya modal awal kita bisa lebih besar, atau bisa jadi kita menggandeng orang lain atau temen kita, sekedar untuk di jadikan teman curhat saja saat bisnis patungan ini nantinya gagal🙂

 

Apa yang di maksud bisnis patungan dan mengapa ada?

 

Bisnis patungan seperti yang sudah disinggung di atas, adalah bisnis yang di modali (di awali) dengan banyak kepala. Biasanya bisnis ini dimulai dengan kumpul-kumpul antar teman, yang kemudian menjurus kepada pembicaraan mengenai keinginan untuk memulai kegiatan yang lebih bermanfaat. Jadi ngumpulnya masih tetep jalan, akan tetapi ada manfaat lain dari hanya sekedar ngumpul-ngumpul biasa. Istilahnya  “tiada gading yang tak retak”… (mikir: eee.. kayaknya salah deh )… “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”.. (nah ini baru bener)

 

Pemicu dari ide awal bisnis ini ada beberapa factor, diantaranya :

 

  1. Diantara para pendiri (founder) yang sekaligus pemodal, merasa memiliki skill (keahlian) yang berbeda-beda, akan tetapi jika di satukan, maka akan bisa membuat sinergi dalam kegiatan pengembangan bisnis/ usaha
  2. Ada salah satu orang yang mempunya ide  (yang menurut dia brilliant), akan tetapi tidak cukup modal untuk mewujudkannya
  3. Merasa jenuh dengan kegiatan yang ada sekarang dan ingin memulai sesuatu yang baru dan lebih mengakrabkan pertemanan yang ada sekarang

 

Tunggu dulu… niat mulia ini tidak serta merta bisa selalu berjalan mulus, bisa jadi sebuah niat baik belum tentu berakhir dengan baik

Apa yang nanti bisa menjadi kendala?

 

Pertemanan yang Anda punya sekarang sebenarnya sedang Anda pertaruhkan saat Anda mencoba memulai bisnis secara patungan. saat persahabatan itu tidak terkontaminasi dengan yang namanya “Uang”,Banyak orang sebelumnya merasa menjadi seorang sahabat, akan tetapi begitu antar pembicaraan sebuah pertemanan, ada nilai “uang” di dalamnya, maka biasanya attitude seseorang bisa berubah. Biasanya nantinya ada yang merasa “terluka” di dalam persahabatan itu

 

Berikut adalah beberapa masalah yang mungkin bisa terjadi saat kita sudah menjalankan bisnis yang dimodali secara patungan :

 

Masalah 1 : Pengembalian Modal.

 

Beberapa saat setelah bisnis bersama Anda di jalankan, kita semua baru bisa melihat bagaimana kenyataanya bisnis itu dijalankan . jika kenyataanya bisnis itu tidak menghasilkan atau dalam posisi masih belum menghasilkan , biasanya salah satu dari pemodal (alias teman kita) akan mundur dari patungan bisnis itu.

Nah permasalahan yang timbul sekarang.., misal salah satu “mundur”, pertanyaan nya apakah harus mengembalikan uang (modal) nya? Jika iya, berapa harus di kembalikan?penuh ? sebagian? Atau bertambah?

 

Masalah 2 : Pemodal Tunggal

 

Ok, kita taruh dulu masalah diatas, sekarang mari kita coba berandai-andai kebalikannya. Misal usaha patungan ini mulai kelihatan hasilnya dan kemudian salah satu dari pemodal ingin menguasai semuanya, bagaimana solusinya?

 

Masalah 3 : Satu Kapal Banyak Nahkoda

 

Dan satu lagi masalah yang mungkin terjadi di bisnis patungan adalah masalah decision maker. Biasanya karena bisnis di mulai dengan pertemanan, semua pemodal (yang rata-rata mempunyai besaran yang sama) mempunyai kecenderungan untuk ikut menahkodai jalannya bisnis ini. Pada masa-masa bisnis yang masih dalam tahap “perjuangan”, maka hal ini merupakan suatu hal yang cukup menghambat perkembangan bisnis.

Apa yang harus di persiapkan?

 

Nah dari permasalah-permasalah yang mungkin akan timbul di atas , sebaiknya kita memiliki persiapan sebelum bisnis ini benar-benar di jalankan

Apa saja persiapan yang harus di lakukan sebelum memulai bisnis patungan ini agar bisa menghindari masalah-masalah yang mungkin timbul diatas.

 

Perjanjian notaris atau minimal perjanjian tertulis bermaterai

 

Point point dari perjanjian itu misalnya sebagai berikut :

  • besaran modal yang di kumpulkan
  • tata cara jika mengundurkan diri
  • Tata cara bagi untung
  • Tata cara bagi rugi
  • Tata cara penutupan usaha

 

Laporan keuangan yang jelas

 

Untuk menguatkan dan mendukung perjanjian notaris diatas hal PALING PENTING dilakukan adalah Anda harus mempunyai laporan keuangan yang baik,sampai dengan laporan neraca dan rugi laba. Dimana laporan itu sangat di perlukan untuk mengetahui

 

  1. Posisi kas dan bank
  2. Posisi hutang piutang
  3. Posisi asset
  4. Posisi modal
  5. Posisi bisnis lagi untung ataukah rugi

 

Perlu di ingat bahwa yang bisa di bagi (jika bisnis nya jalan) adalah nilai KEUNTUNGAN dan   bukannya BANYAKNYA UANG yang kita pegang sekarang. Untuk itulah sangat di perlukan sebuah system LAPORAN KEUANGAN YANG BAIK  yang bisa menghitung sampai “keuntungan bersih” sebuah usaha. Disamping itu, dengan laporan keuangan yang baik dan transparan, akan  juga menghindarkan kita dari buruk sangka/ “Suudzon”, jika ternyata pembagian keuntungannya LEBIH KECIL dari yang kita bayangkan

 

Bagaimana Kalau?

 

Baik , sekarang kita membahas masalah yang sudah menjurus kearah tehnik menjalankan bisnis. Disini tidak kita bahas bagaimana detail teknis bisnis itu dijalankan (karena yang dimaksud bisnis disini bersifat universal), tapi hanya yang berhubungan dengan mekanisme nya yang berkaitan dengan patungan itu sendiri.

Ok, Bagaimana kalau?

 

Menambah Karyawan (pengelola)

Sebelum membahas tentang menambah karyawan (pengelola), sebelumnya Anda harus paham dulu beda antara pengelola (karyawan) dengan pemodal.Hal ini yang sering kali rancu dan jarang di perhatikan oleh para pebisnis patungan. Biasanya karena ada rasa memiliki bisnis ini, pemodal ikut serta melakukan kegiatan yang berhubungan dengan menjalankan bisnis. Hal ini sebenarnya boleh-boleh saja, akan tetapi pada saat tidak semua pemodal ikut berperan (bekerja), dan kemudian dalam kurun waktu berjalan bisnis itu menjadi semakin besar, maka pemodal yang aktif bekerja tadi akan meng klaim jatah bagi hasil yang lebih besar, karena merasa yang membesarkan bisnis iniadalah dia. Nah untuk menghindari hal ini , maka Anda harus memisahkan antara pemodal dan pengelola.

Seorang pemodal saat merangkap menjadi pengelola, maka pemodal tersebut di berikan “gaji” sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilakukan. Jadi di kemudian hari , tidak ada istilah bisnis ini di kembangkan atas jasa hanya salah satu pemodal, yang berimbas pada prosentase lebih besar bagi hasil padanya.

Bagi hasil (yang biasanya di akhir tahun) tetep sebesar prosentase modal awal yang diberikan, sedangkan pemodal yang “bekerja” tadi sudah di beri gaji atas pekerjaan yang sudah di lakukan. Adapun komponen biaya gaji tadi berpengaruh pada rugi laba bisnis ini. Untuk itu di perlukan LAPORAN AKUNTANSI YANG BAIK agar bisa menghitung nilai keuntungan bersih sebuah bisnis (setelah di kurangi  komponen biaya-biaya, termasuk biaya gaji)

Untitled-2

 

Menambah Asset (beli alat kerja) lagi

Saat usaha dijalankan, kemudian baru terpikir untuk membeli sebuah alat yang bisa lebih menambah penghasilan kita, maka uang untuk pembelian barang itu bisa di ambilkan dari

  • Uang yang sekarang ada di usaha itu sendiri atau
  • “dibelikan” oleh pemodal

 

Nah masalahnya saat barang tersebut “dibelikan” oleh pemodal, maka harus  jelas di depan, apakah uang yang di gunakan untuk membeli barang itu dianggap sebagai hutang yang nantinya harus di kembalikan, atau kah uang tersebut masuk terlebih dahulu sebagai penambah modal yang kemudian di belikan sebuah alat.

Untuk lebih memperjelas posisi keuangan uang yang masuk tadi, sekali lagi sangat perlu sekali bisnis ini menggunakan LAPORAN KEUANGAN YANG BAKU, agar semua pemodal tahu posisi keuangannnya

 

Untitled-1

Menambah modal kerja

Beda dengan pembelian Asset seperti yang dijelaskan diatas, penambahan modal kerja nantinya berefek pada pembagian bagi hasil.  Penambahan modal berhubungan dengan penambahan kas dalam usaha tersebut. Hampir mirip dengan penambahan hutang, penambahan modal ini juga berada di sisi pasiva di laporan keuangan.

Gunakan jurnal

Kas                                           Rp xxx

Modal                                                  Rp xxx

Dengan menggunakan SYSTEM KOMPUTERISASI AKUNTANSI , Anda tidak perlu susah-susah memikirkan penjurnalan tersebut.

 

ok, demikian postingan kali ini semoga bermanfaat, jika postingan ini berguna bagi yang lain please share

sukses untuk usaha patungan Anda

 

Catatan:

Tulisan ini dikumpulkan dari pengalaman team ARMADILLO ACCOUNTING (www.armadilloaccounting.com) dalam mengkomputerisasi beberapa usaha patungan

 

Armadillo Team

Author: Radian Blogging Team

Konsultan Software Akuntansi Dagang dan Simpan Pinjam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s